Wednesday, August 24, 2011

KIAT MENJADI MAHASISWA SUKSES


 1.Kuatkan Keyakinan

Mulai saat ini kuatkan keyakinan pada diri anda bahwa saat ini anda berada di kampus terfavorit dan berada pada jurusan yang paling unggul diantara jurusan-jurusan lainnya. Dan anda yakin akan sukses di kampus ini dengan segala perangkat pembelajaran dan instrumen pendukung lain yang ada di kampus ini.

2.Percaya Diri

Bangun tidur cari cermin katakan pada diri anda sendiri “Aku adalah aku bukanlah orang lain dan aku yakin bisa lebih unggul dari yang lain. Aku yakin akan kemampuanku sendiri dan aku yakin mampu berbuat yang terbaik dari yang lain”.

3.Cermati Sajian Mata Kuliah

Anda perhatikan KRS anda dan cermati sajian mata kuliah yang ada di sana. Eits..jangan lama-lama segera bergegas untuk cari buku yang sesuai dengan mata kuliah yang akan ditempuh semester ini. Nggak perlu nunggu kuliah mulai aktif, lebih cepat lebih baik. Kalo persediaan duit lagi mepet, belinya di loak aja. Meskipun bekas, yang penting isinya bisa dipahami dengan baik. Tapi kalo ada duit, bisa langsung ke toko buku terdekat aja he…he…kalo cari info di warnet bagaimana? boleh juga kok. Setelah mendapat bukunya atau info dari warnet, segera anda pelajari satu persatu nggak perlu sampe tamat semua. Yang penting anda tahu poin-poin penting yang anda baca. Sehingga anda selangkah lebih maju dari temen yang lain.

4.Komunikatif

Sadari bahwa anda kuliah di kampus ini tidak sendiri. Banyak teman sesama mahasiswa (adek/kakak/teman se angkatan) maupun dosen yang siap membantu anda menuju kesuksesan. Manfaatkan waktu luang, untuk bertanya tentang mata kuliah yang belum anda mengerti atau tugas yang diberikan. Jika kurang maksimal, anda bisa bikin janji dengan dosen untuk bertanya lebih jauh tentang apa yang ada belum pahami. Insyaallah dosen sangat senang dan bersemangat untuk membantu anda. Karena memang begitu tugasnya dosen he..he…atau anda bisa langsung ke perpustakaan. Di sana sangat banyak literatur yang dapat anda pelajari untuk membuka cakrawala wacana yang lebih luas.

5.Aktif

Yang di maksud aktif di sini adalah aktif di organisasi yang ada di kampus atau yang lebih dikenal dengan Organisasi Mahasiswa Intra Kampus (OMIK) contoh: HMJ, BEM, LSO (Lembaga Semi Otonom), DMF dan MPM atau UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) selain sebagai wadah penyaluran minat dan bakat anda akan mendapat pengalaman tentang manajemen dan kepemimpinan dalam organisasi atau yang ada di setiap fakultas. Banyak hal yang akan kita dapatkan dengan aktif diberbagai kegiatan organisasi yang ada di kampus. Pengalaman bekerjasama dan bersosialisasi dengan orang lain dan ilmu lain yag tidak kita dapatkan di bangku kuliah. Selain mendapat bekal intelektual di bangku kuliah kita juga mempunyai kesempatan untuk aktualisasi diri dan menyalurkan minat dan bakat di organisasi. Sehingga ada memiliki bekal yang komplit untuk terjun di masyarakan sebagi “Agen of Change”.

6.Mulailah Menulis


Biasakan sejak dini untuk memperbanyak membaca dan menulis. Hal ini penting untuk mengasah imajenasi dan kreatifitas dalam menulis. Kok membaca dan menulis? Iya dunks, kalo nggak banyak baca apaan coba yang mau di tulis? betul nggak? Nggak usah terlalu muluk-muluk dulu. Tulislah dari hal yang sederhana, mungkin kegiatan sehari-hari, pengalaman lucu dan sedih, cerpen, opini singkat mengenai suatu peristiwa, rangkuman dari mata kuliah yang sedang ditempuh atau buat anda yang jago komputer, bikin aja tutorial sederhana tentang penggunaan software atau segala hal yang berkenaan dengan komputer. Pokoknya tulis aja yang pengen anda tulis. Puisi juga boleh. Kali aja ntar jadi pujangga cie…Trus nulisnya di mana? Mungkin kalo di komputer anda bisa bikin folder pribadi khusus buat karya yang telah anda buat. Kalo fasilitas on line anda bisa bikin blog dengan memilih blogspot.com ato wordpress.com untuk memuat tulisan anda di sana.

7.Tips IPK tinggi

a.Biasanya dalam sajian mata kuliah ada beberapa mata kuliah yang tidak disukai oleh sebagian besar mahasiswa. Kalau perlu anda survey terlebih dahulu ke kakak angkatan atau temen-temen yang lain. Nah ini kesempatan anda untuk memanfaatkan peluang. Maksimalkan diri anda untuk menekuni mata kuliah ini. Di saat temen-temen pada boring dengan mata kuliah ini anda justru harus semangat sehinga anda mendapat hasil dan nilai yang maksimal dan lebih tinggi dari yang lain.

b.Jangan lupakan mata kuliah yang pada umumnya disenangi oleh temen-temen anda. Anda harus bersaing dengan temen-temen yang juga serius menekuninya. Karena mata kuliah ini secara umum disenangi oleh temen-temen anda.

c.Berusah untuk maksimal dalam mengerjakan tugas. Jangan hanya asal-asalan. Bukan jamannya “copy paste” anda dikaruniai otak dan potensi untuk berpikir mandiri jadi anda harus yakin bahwa anda bisa melakukannya sendiri. Cari referensi yang lebih lengkap dan akurat. Kalau perlu konsultasikan tugas anda terlebih dahalu kepada dosen. Jangan puas dengan text book yang ada, akan tetapi cari buku-buku lain yang dapat menunjang kelengkapan dan validitas tugas anda. Sehingga tugas anda benar-benar berbeda dengan yang lain. Selain lebih lengkap, akurat dan kreatif.

8.Bersyukur

Nah semua langkah sudah di lakukan sekarang tugas anda adalah bersyukur dan tawakkal dengan hasil apapun yang anda peroleh dari usaha keras anda. Baik buruknya nilai yang anda peroleh itu relatif dan tidak perlu anda risaukan. Yang penting anda sudah mengerahkan segala usaha dan potensi anda dengan baik. Proses yang baik itu lebih baik dari hasil yang baik. Karena untuk menjalani proses yang baik itu sulit dan perlu pengorbanan. Sedangkan hasil yang baik belum tentu diperoleh dari proses yang baik. Yang penting jangan pernah puas dengan nilai yang telah anda peroleh. Terus berusaha untuk meningkatkan lebih baik lagi. Dan ingat!!! Jangan pernah putus asa, jangan sombong dan tetap rendah hati.

Monday, August 22, 2011

Mahasiswa Harus Berkarakter


Mahasiswa Harus Berkarakter!




Dewasa ini pendidikan berkarakter memang menjadi isu utama dalam dunia pendidikan, tak terkecuali di lingkup perguruan tinggi. Selain menjadi bagian dari proses pembentukan akhlak mahasiswa sebagai anak bangsa, pendidikan berkarakter diharapkan mampu menjadi kesuksesan peradaban bangsa. 

Karakter terbentuk saat seseorang lahir. Lingkungan di mana ia tumbuh mempengaruhi baik buruknya karakter. Karakter mahasiswa kembali mulai terbentuk setelah mereka melakukan interaksi di lingkungan kampus. Tolok ukur pembentukan karakter seorang mahasiswa dapat dilihat dari proses mulai dari saat berpredikat mahasiswa baru hingga mantan mahasiswa.
Mengutip pernyataan Menteri Pendidikan Nasional, Mohammad Nuh, saat melantik Rektor Universitas Hasanuddin Makassar pada 7 April 2010 lalu, pendidikan di Indonesia saat ini belum mampu menciptakan masyarakat yang berkarakter. “Pendidikan memang berhasil mencetak mahasiswa sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, tapi pendidikan saat ini tidak berhasil menciptakan masyarakat yang memiliki karakter,” jelasnya sebagaimana dikutip dari Bataviace.co.id.
Pendidikan berkarakter harus dimulai dan dibangun di lingkungan keluarga, dikembangkan di dunia pendidikan, serta pada akhirnya diterapkan secara nyata di dalam kehidupan bermasyarakat. Salah seorang mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo), Anggarius Victorius Dawa mengatakan pendidikan berkarakter sangat bermanfaat untuk saling menghargai sesama di lingkungan kampus.
”Dengan pembentukan karakter yang baik maka akan membuka jalan buat mahasiswa ketika terjun ke dunia kerja. Karena dunia global saat ini menuntut tenaga kerja profesional dan punya karakter khusus,” paparnya. Kendati demikian, menurutnya karakter yang seharusnya dimiliki mahasiswa belum terlihat. Sebagai seorang mahasiswa karakter khusus seperti kreatif, responsif, dan bertanggung jawab wajib dimiliki.
Menanggapi persoalan ini, Kepala Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE) Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo), Galuh Dian Prama Dewi, S.IP, MA mengatakan lingkungan kampus sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter mahasiswa. Sebab, kampus ibarat rumah kedua bagi seorang mahasiswa.
“Tuntutan kemandirian membuat mahasiswa tidak memiliki kontrol dari pihak luar. Untuk menciptakan kontrol diri terhadap pengaruh karakter negatif yang memungkinkan mempengaruhi karakter dasar mahasiswa, maka diperlukan pendidikan tentang pembentukan karakter di kampus,” tegasnya.
Teori
Lebih lanjut diungkapkan, upaya pembentukan karakter tidak cukup hanya dipelajari secara teori saja. Aplikasi dari teori itu sendiri merupakan sesuatu yang sangat penting. Dicontohkannya, pendidikan seperti body language, performance, public speaking dan etika sosial dalam rangkaian Character Building Class (CBC) sebagaimana rutin digelar bagi mahasiswa baru Program Studi Hubungan Internasional FISE Unriyo terbukti sangat bermanfaat.
Kegiatan BCB ini diutarakan sangat membantu mahasiswa mengenal pribadi dan karakter orang lain. “Kekurangan dan kelebihan masing-masing. Apa yang seharusnya dan tidak seharusnya dilakukan mahasiswa sebagai makhluk sosial yang memiliki intensitas interaksi dengan publik, dan lain lain terungkap dalam kegiatan ini,” jelas dia.
Selanjutnya, aplikasi CBC diterapkan para mahasiswa selama mereka berada di kampus dan mengikuti perkuliahan. Melalui program seperti CBC para mahasiswa diharapkan memiliki sikap kontrol dan pengendalian diri terhadap diri mereka dalam upaya pembentukan karakter pribadi yang baik sebagai bakal di kemudian hari. Galuh mengatakan terbentuknya karakter yang baik sangat bermanfaat sebagai pencitraan mahasiswa yang bersangkutan.
Pendapat sedikit berbeda dikemukakan Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi FISE Unriyo, Ririn Risnawati, S.Sos, M.Si. Menurutnya karakter seseorang dibentuk menurut bakat diri serta proses belajar di lingkungan sekitarnya. Sementara keberadaan kampus dikatakan juga memiliki peran, yakni melalui beberapa mata kuliah yang diajarkan seperti kewarganegaraan, ilmu agama, serta ilmu sosial dan budaya.
Masih menurutnya, sebagai mahasiswa seorang individu sudah selayaknya membawa karakter mereka sendiri. Seorang mahasiswa selayaknya memiliki karakter seperti tak mudah menyerah, menghargai orang lain, jujur, sopan, berempati, peka terhadap lingkungan dan memiliki jiwa kepemimpinan yang tangguh serta bersahaja.”Bukalah mata, hati dan telinga untuk kebaikan. Dan peka terhadap lingkungan sekitar dengan saling berbagi, saling menghargai dan saling menghormati,“ ujar dia.
Dengan bekal pendidikan berkarakter selanjutnya diharapkan mampu menciptakan tenaga kerja yang berkepribadian dan mempunyai daya saing unggul di dunia kerja. Dari sisi kebanggaan bangsa, terbentuknya masyarakat yang berkarakter digarapkan mampu mendorong kesejajaran dengan bangsa-bangsa berkembang serta maju lainnya

Saturday, August 20, 2011

MATA KULIAH

FAKULTAS   ILMU   ADMINISTRASI    NEGARA


NO MATA  KULIAH KODE SKS SMT
1 Pendidikan Agama MKDU 1 2 1
2 Pancasila MKDU 2 2 1
3 Bahasa Indonesia MKDU 6 2 1
4 Bahasa Inggris I MKDU 7 2 1
5 Pengantar Sosiologi MKDK 1 2 1
6 Pengantar Ilmu Ekonomi MKDK 7 3 1
7 Pengantar Ilmu Hukum MKDK 9 3 1
8 Pengantar Ilmu Komunikasi MKDK 14 3 1
9 Pend. Kewarganegaraan  MKDU 3 2 2
10 Ilmu Budaya Dasar MKDU 4 2 2
11 Ilmu Alamiah Dasar MKDU 5 2 2
12 Sistem Sosial Budaya Indonesia MKDK 2 3 2
13 Pengantar Ilmu Politik MKDK 3 2 2
14 Azas-Azas Manajemen MKDK 6 3 2
15 Pengantar Antropologi MKDK 8 3 2
16 Pengantar Statistik Sosial MKDK 10 3 2
17 Administrasi Pembangunan MKK 5 2 2
18 Sistem Politik Indonesia MKDK 4 3 3
19 Sistem Ekonomi Indonesia MKDK 11 3 3
20 Peng. Ilmu Administrasi Negara MKK 1 3 3
21 Organisasi dan Manajemen MKK 3 3 3
22 Pengantar Psikologi Sosial MKPS 1 3 3
23 Administrasi Perkantoran MKPS 4 3 3
24 Bahasa Inggris II MKDU 8 3 4
25 Metode Penelitian Sosial MKDK 5 3 4
26 Sistem Hukum Indonesia MKDK 12 3 4
27 Dasar-Dasar Logika MKDK 13 2 4
28 Kepemimpinan MKK 7 3 4
29 Adm. Keuangan Negara MKK 11 3 4
30 Dasar-dasar Adm. Perpajakan MKPS 2 3 4
31 Sistem Adm. Negara Indonesia MKDK 16 3 5
32 Administrasi Pemda. MKK 8 3 5
33 Manajemen Sumber Daya Manusia MKK 13 3 5
34 Pengantar Ilmu Humas MKPS 3 3 5
35 Adm. & Hukum Kepegawaian MKPS 5 3 5
36 Koperasi & UKM MKDK 17 2 6
37 Perencanaan Pembangunan MKK 2 3 6
38 Kebijakan Publik MKK 4 3 6
39 Sistem Informasi Manajemen MKK 12 2 6
40 SPDE / Komputer MKK 17 3 6
41 Hukum dan Adm. Pertanahan MKPS 6 2 6
42 Pembangunan Masyarakat Desa MKPS 7 3 6
43 Hukum Administrasi Negara MKPS 11 3 6
44 Filsafat Administrasi MKDK 15 3 7
45 Perilaku Adm. & Organisasi MKK 6 3 7
46 Perbandingan Adm. Negara MKK 9 2 7
47 Etika Administrasi MKK 10 2 7
48 Pengembangan Organisasi MKK 14 2 7
49 Adm. & Organisasi Internasional MKPS 9 3 7
50 Administrasi Material MKPS 10 2 7
51 Manajemen Strategis MKK 15 3 8
52 Manajemen Proyek MKK 16 3 8
53 Ekologi Administrasi MKPS 8 3 8
54 Hub. Keuangan Pusat & Daerah MKPS 12 3 8
55 S k r i p s i TGA 1 6 8






































































































































































































































































































































































































































































































































































Sunday, August 14, 2011


Consequences of Intrinsic Motivation

  • A cognitive approach to motivation is an intrinsic form that requires students to think through the consequences of their actions and base their decisions on the expected outcome of those decisions. If students are able to think through the situation at hand and determine the value of success, regardless of whether or not they gain a reward, they are operating under the internal locus of control. Students who are successful in the classroom usually operate under the internal locus of control. They do not put too much weight on mistakes or bad grades and are still able to maintain a level of esteem regardless of failures or successes. They use cognitive tools that allow them to keep a perspective on the perceived failure. They understand that if they do fail, it is probably because they did not study as they should. They do not blame external factors such as the teacher or classmates. They take responsibility for their own actions.

Theories/Speculation


Theories/Speculation

  • Motivation is affected greatly by the locus of control. The idea that a person feels their own decisions and actions determine their destiny indicates an internal locus. If the individual is operating using an external locus, they believe outside forces are responsible for the events that occur in their lives and feel they have little control situations. Those with an internal locus will often use intrinsic motivation, which is person centered and comes from within an individual, whereas those with an external locus may need extrinsic rewards or consequences as an effective motivational tool.