Wednesday, October 12, 2011


Apakah Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan?
"Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (PPB)" adalah sebuah konsep yang jauh melampaui pendidikan lingkungan. ESD adalah proses pendidikan untuk mencapai pembangunan manusia ("tiga pilar pembangunan manusia" yang diusulkan oleh UNDP : pertumbuhan ekonomi, pembangunan sosial, dan perlindungan lingkungan) secara inklusif, adil dan aman. Ini meliputi pendidikan untuk pengentasan kemiskinan, hak asasi manusia, kesetaraan gender, keragaman budaya, pemahaman internasional, perdamaian dan banyak lagi. UNESCO mengusulkan bahwa visi pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan adalah sebuah dunia di mana setiap orang memiliki kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari pendidikan yang berkualitas dan mempelajari nilai-nilai, perilaku dan gaya hidup yang diperlukan untuk masa depan yang berkelanjutan dan untuk transformasi sosial yang positif. Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi situs UNESCO tentang pendidikan untuk ESD.
Mengapa ESD?
Konsep pembangunan berkelanjutan menyentuh pada semua aspek tatanan sosial dan kelembagaan. Dalam pembangunan berkelanjutan pengertian menyediakan cara untuk mengartikulasikan proyek sosial secara keseluruhan dan tujuan pembangunan. Sejak KTT Bumi pada tahun 1992 di Rio de Janeiro, telah ada peningkatan pengakuan atas peran penting pendidikan dalam mempromosikan konsumsi yang berkelanjutan dan pola produksi dalam rangka untuk mengubah sikap dan perilaku orang sebagai individu, termasuk sebagai produsen dan konsumen, dan sebagai warga negara . Jika lain yang terkait inisiatif pendidikan internasional melihat pendidikan sebagai hak asasi manusia yang fundamental dan fokus pada penyediaan kesempatan pendidikan untuk semua orang dan mengurangi buta huruf, ESD berfokus pada prinsip-prinsip dasar dan nilai-nilai disampaikan melalui pendidikan dan isi dan tujuan pendidikan. Bab 36 dari Agenda 21 khusus membahas ulang orientasi pendidikan menuju pembangunan berkelanjutan, dan mencakup semua aliran pendidikan, baik formal maupun non-formal, pendidikan dasar dan semua isu kunci yang berkaitan dengan mendidik untuk pembangunan manusia yang berkelanjutan.
Apa tantangan utama dari pendidikan untuk masa depan yang berkelanjutan?
Meskipun beberapa upaya untuk memperkuat ESD, banyak tantangan tetap. Secara khusus, ada kebutuhan:
  • untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan dan pendidikan berkelanjutan;
  • untuk memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara berbagai tingkat pendidikan untuk SD, dan
  • untuk mengurangi kesenjangan informasi dan pengetahuan antara berbagai bagian dunia.
Apa Dekade Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (DESD)?
Berdasarkan proposal oleh Jepang dan Swedia, Majelis Umum PBB, pada Sidang ke-58 pada Desember 2002, mengadopsi sebuah resolusi untuk memulai Dekade Pendidikan untuk Pembangunan Berkelanjutan (DESD) dari Januari 2005, mengikuti Rencana Pelaksanaan Johannesburg .
UNESCO ditunjuk untuk menjadi agen utama untuk Dekade dan mengembangkan rancangan Internasional Skema Pelaksanaan DESD tersebut.
Apa hubungan antara inisiatif internasional DESD dan lainnya untuk mempromosikan pendidikan sebagai hak dasar manusia?
Kita perlu untuk menempatkan para DESD dalam kaitannya dengan inisiatif internasional lainnya yang sudah di tempat, khususnya Pembangunan Milenium Goal (MDG) proses, Pendidikan untuk Semua (PUS) gerakan, dan Perserikatan Bangsa-Bangsa Dekade Melek Huruf (UNLD).
Semua inisiatif global bertujuan untuk mencapai perbaikan dalam kualitas hidup, terutama untuk yang paling miskin dan terpinggirkan, pemenuhan hak asasi manusia termasuk kesetaraan gender, pengurangan kemiskinan, demokrasi dan kewarganegaraan aktif. Jika MDGs menyediakan satu set tujuan pembangunan yang nyata dan terukur di mana pendidikan merupakan masukan yang signifikan dan indikator, jika PUS berfokus pada cara-cara menyediakan kesempatan pendidikan untuk semua orang, dan jika UNLD berkonsentrasi pada mempromosikan sarana belajar kunci untuk semua bentuk terstruktur belajar, DESD lebih peduli dari tiga inisiatif lain dengan isi dan tujuan pendidikan.Hamil dan merancang tantangan ESD segala bentuk penyediaan pendidikan untuk mengadopsi praktek-praktek dan pendekatan-pendekatan yang mendorong nilai-nilai pembangunan berkelanjutan
Apa upaya internasional dilakukan di bidang ESD?
Sejak KTT Bumi, pembangunan berkelanjutan telah tinggi dalam agenda politik. Agenda 21, di nya Bab 36 , khusus membahas mempromosikan pendidikan, kesadaran dan pelatihan dengan penekanan khusus pada
  • reorientasi pendidikan menuju pembangunan berkelanjutan
  • meningkatkan kesadaran publik
  • dan mempromosikan pelatihan.
Selama Konferensi Dunia tentang Pendidikan Tinggi pada tahun 1998, sebuah debat tematik diselenggarakan (oleh UNU atas permintaan UNESCO) pada "pembangunan berkelanjutan (manusia)," yang membawa empat belas organisasi yang berbeda bersama-sama. Ini adalah langkah besar pertama menuju menyatukan pendidik sebagai kelompok stakeholder utama.
Tahun berikutnya diskusi pertama diadakan untuk membentuk Pendidikan Tinggi Kemitraan Global untuk Keberlanjutan. Pada tahun 2000 Perjanjian itu ditandatangani dan selama KTT Dunia tentang Pembangunan Berkelanjutan (WSSD) di Johannesburg pada tahun 2002, Asosiasi Internasional Universitas (IAU), yang Asosiasi Pemimpin University untuk Masa Depan yang Berkelanjutan (ULSF), Kampus Copernicus , dan UNESCO meluncurkan dengan Pendidikan Tinggi Kemitraan Global untuk Keberlanjutan (GHESP) sebagai Tipe II Kemitraan untuk mempromosikan pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan khususnya di kalangan lembaga pendidikan tinggi.Orang-orang Jepang serta Pemerintah Swedia memilih pendidikan untuk pembangunan berkelanjutan sebagai fokus dari kontribusi mereka.
Selama KTT Dunia tentang Berkelanjutan Developmen t di tahun 2002, UNU-IAS memimpin dalam membawa bersama-sama Kelompok Deklarasi Ubuntu untuk tanda tangan dari Deklarasi Ubuntu dalam upaya untuk mengintegrasikan ilmu pengetahuan, teknologi dan ESD.
Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi situs UNESCO tentang pendidikan untuk ESD.

copy right:
from UNU - IAS files

Wednesday, September 28, 2011

Menjadi Mahasiswa kreatif?knp tidak?

Mahasiswa selalu identik dengan kaum intelektual, idealis, dan obsesi. Sebagai elemen elite masyarakat, mahasiswa diharapkan tidak hanya sekedar pintar, namun juga peka terhadap apa yang terjadi di sekitarnya. Selain itu, karakteristik mahasiswa yang berjiwa dinamis, keratif, serta inovatif juga menjadi gambaran mahasiswa idaman.

Namun sayang, tak banyak kita temui mahasiswa yang intelek sekaligus kreatif. Banyak mahasiswa yang hanya pintar dalam bidang akademis, tetapi tidak mampu menciptakan sesuatu yang baru sebagai aplikasi dari apa yang sudah diperolehnya selama menuntut ilmu di perguruan tinggi. Maka tidak mengherankan kalau perguruan tinggi (PT) yang setiap tahunnya melahirkan sarjana-sarjana ber-IPK di atas 3,0, namun tak dapat berkompetisi di lapangan. Ini dapat dilihat dengan semakin bertambahnya jumlah pengangguran dari kalangan sarjana. Mereka tidak mampu bersaing dengan baik untuk mendapatkan tempat pekerjaan. Tetapi, jika mahasiswa memiliki kreatifitas, merupakan sebuah nilai tambah untuk mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan.

Mahasiswa yang kreatif adalah mahasiswa yang senantiasa memiliki daya cipta terhadap sesuatu. Ia selalu memiliki gagasan atau ide-ide baru yang menarik. Di tangannya, sebuah kertas polos yang amat sederhana pun dapat di sulap menjadi sesuatu yang menarik dan mempunyai nilai jual. Oleh karena itulah banyak perusahaan-perusahaan yang lebih senang mempekerjakan mahasiswa atau sarjana yang kreatif.

Kreatif sendiri dapat dimiliki oleh setiap orang, bisa melalui bakat atau bawaan dari lahir. Artinya, orang tersebut memang sudah mempunyai bakat kreatif dalam mengerjakan segala sesuatu. Ada pula yang memiliki kreatif dari karena selalu mengasah dan melatih diri untuk kreatif.

Bagi orang-orang yang memang sudah sejak lahir memiliki bakat sebagai orang yang kreatif tentu idak mendapatkan masalah yang berarti. Namun, bagi orang yang tidak mempunyai bakat kreatif tersebut, maka ia harus rajin melatih dan mengasah ke-kreatifannya.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjadi mahasiswa yang kreatif, salah satunya adalah selalu memiliki gagasan atau ide-ide baru setiap hari. Seorang mahasiswa harus selalu berfikir untuk mendapatkan sesuatu yang baru (inovatif), apapun itu. Untuk membiasakan diri mencari gagasan atau ide-ide baru, dapat dilakukan dengan pada saat akhir jam kerja dengan merenung kira-kira 10 menit. Pikirkan apa saja yang telah dilakukan pada hari itu. Lalu pikirkan cara yang lebih baik untuk pekerjaan esok hari. Ciptakan gagasan yang berbeda karena sesuatu yang berbeda akan lebih tampak menarik. Kumpulkan semua gagasan dan ide-ide tersebut. Dengan begitu, mahasiswa akan terbiasa memikirkan dan mencari ide-de atau gagasan yang baru.

Selain itu, mahasiswa juga harus jeli menangkap peluang yang ada di sekitarnya agar dapat mengembangkan keterampilannya (life skill) yang dimilikinya. Peluang-peluang itu dapat berupa dunia bisnis, seperti usaha bersama, menjadi tenaga kerja part-time, meluangkan waktu khusus di perpustakaan, membuat artikel/opini untuk dikirim ke media cetak, atau yang lainnya. Dengan menekuni dunia kerja sambil kuliah, mahasiswa mendapat keuntungan ganda, yaitu financial sekaligus mengasah keterampilannya (life skill).

Bagi seorang mahasiswa, mengenal dunia bisnis akan semakin mengasah mental bisnisnya serta semakin jeli melihat peluang-peluang yang ada di sekitarnya. Mahasiswa yang kreatif, akan lebih memilih berfikir dengan memaksimalkan fungsi otak, guna meraih apa yang diinginkannya. Mengenal dunia kerja lebih dini juga membuat mahasiswa mampu berkompetisi saat berada pada kenyataan di lapangan. Pengalaman dan keterampilan yang dimiliki akan mempermudah mereka menghadapi tantangan-tantangan yang menghadang. Kreatifitas yang akan lahir dari keterampilan itu juga akan semakin lengkap, dengan demikian masalah pengangguran yang selalu dialami oleh para sarjana-sarjana muda, karena sedikitnya lahan pekerjaan, akan teratasi dengan baik.

Kejelian terhadap peluang yang ada juga berguna ketika mahasiswa tidak mendapatkan kesempatan untuk bekerja di perusahaan. Artinya, mereka sudah mampu melirik peluang bisnis apa yang ada untuk menciptakan lapangan baru.

Namun sayang, tak banyak kita temui mahasiswa yang intelek sekaligus kreatif. Banak mahasiswa yang hanya pintar dalam bidang akademis, tetapi tidak mampu menciptakan sesuatu yang baru sebagai aplikasi dari apa yang sudah diperolehnya selama menuntut ilmu di perguruan tinggi. Maka tidak mengherankan kalau perguruan tinggi (PT) yang setiap tahunnya melahirkan sarjana-sarjana ber-IPK di atas 3,0, namun tak dapat berkompetisi di lapangan. Ini dapat dilihat dengan semakin bertambahnya jumlah pengangguran dari kalangan sarjana. Mereka tidak mampu bersaing dengan baik untuk mendapatkan tempat pekerjaan. Tetapi, jika mahasiswa memiliki kreatifitas, merupakan sebuah nilai tambah untuk mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan.

Mahasiswa yang kreatif adalah mahasiswa yang senantiasa memiliki daya cipta terhadap sesuatu. Ia selalu memiliki gagasan atau ide-ide baru yang menarik. Di tangannya, sebuah kertas polos yang amat sederhana pun dapat di sulap menjadi sesuatu yang menarik dan mempunyai nilai jual. Oleh karena itulah banyak perusahaan-perusahaan yang lebih senang mempekerjakan mahasiswa atau sarjana yang kreatif.

Kreatif sendiri dapat dimiliki oleh setiap orang, bisa melalui bakat atau bawaan dari lahir. Artinya, orang tersebut memang sudah mempunyai bakat kreatif dalam mengerjakan segala sesuatu. Ada pula yang memiliki kreatif dari karena selalu mengasah dan melatih diri untuk kreatif.

Bagi orang-orang yang memang sudah sejak lahir memiliki bakat sebagai orang yang kreatif tentu idak mendapatkan masalah yang berarti. Namun, bagi orang yang tidak mempunyai bakat kreatif tersebut, maka ia harus rajin melatih dan mengasah ke-kreatifannya.

Banyak cara yang dapat dilakukan untuk menjadi mahasiswa yang kreatif, salah satunya adalah selalu memiliki gagasan atau ide-ide baru setiap hari. Seorang mahasiswa harus selalu berfikir untuk mendapatkan sesuatu yang baru (inovatif), apapun itu. Untuk membiasakan diri mencari gagasan atau ide-ide baru, dapat dilakukan dengan pada saat akhir jam kerja dengan merenung kira-kira 10 menit. Pikirkan apa saja yang telah dilakukan pada hari itu. Lalu pikirkan cara yang lebih baik untuk pekerjaan esok hari. Ciptakan gagasan yang berbeda karena sesuatu yang berbeda akan lebih tampak menarik. Kumpulkan semua gagasan dan ide-ide tersebut. Dengan begitu, mahasiswa akan terbiasa memikirkan dan mencari ide-de atau gagasan yang baru.

Selain itu, mahasiswa juga harus jeli menangkap peluang yang ada di sekitarnya agar dapat mengembangkan keterampilannya (life skill) yang dimilikinya. Peluang-peluang itu dapat berupa dunia bisnis, seperti usaha bersama, menjadi tenaga kerja part-time, meluangkan waktu khusus di perpustakaan, membuat artikel/opini untuk dikirim ke media cetak, atau yang lainnya. Dengan menekuni dunia kerja sambil kuliah, mahasiswa mendapat keuntungan ganda, yaitu financial sekaligus mengasah keterampilannya (life skill).

Bagi seorang mahasiswa, mengenal dunia bisnis akan semakin mengasah mental bisnisnya serta semakin jeli melihat peluang-peluang yang ada di sekitarnya. Mahasiswa yang kreatif, akan lebih memilih berfikir dengan memaksimalkan fungsi otak, guna meraih apa yang diinginkannya. Mengenal dunia kerja lebih dini juga membuat mahasiswa mampu berkompetisi saat berada pada kenyataan di lapangan. Pengalaman dan keterampilan yang dimiliki akan mempermudah mereka menghadapi tantangan-tantangan yang menghadang. Kreatifitas yang akan lahir dari keterampilan itu juga akan semakin lengkap, dengan demikian masalah pengangguran yang selalu dialami oleh para sarjana-sarjana muda, karena sedikitnya lahan pekerjaan, akan teratasi dengan baik.

Kejelian terhadap peluang yang ada juga berguna ketika mahasiswa tidak mendapatkan kesempatan untuk bekerja di perusahaan. Artinya, mereka sudah mampu melirik peluang bisnis apa yang ada untuk menciptakan lapangan baru.

"be smart and creative"

Namun ada satu faktor penting lagi yang harus dimiliki oleh mahasiswa yang kreatif, yaitu MOTIVASI. Walaupun banyak ide-ide atau gagasan yang dimiliki serta peluang usaha yang ada, semua itu masih tetap terkendala apabila tidak ada motivasi dari diri sendiri.

Wednesday, August 24, 2011

KIAT MENJADI MAHASISWA SUKSES


 1.Kuatkan Keyakinan

Mulai saat ini kuatkan keyakinan pada diri anda bahwa saat ini anda berada di kampus terfavorit dan berada pada jurusan yang paling unggul diantara jurusan-jurusan lainnya. Dan anda yakin akan sukses di kampus ini dengan segala perangkat pembelajaran dan instrumen pendukung lain yang ada di kampus ini.

2.Percaya Diri

Bangun tidur cari cermin katakan pada diri anda sendiri “Aku adalah aku bukanlah orang lain dan aku yakin bisa lebih unggul dari yang lain. Aku yakin akan kemampuanku sendiri dan aku yakin mampu berbuat yang terbaik dari yang lain”.

3.Cermati Sajian Mata Kuliah

Anda perhatikan KRS anda dan cermati sajian mata kuliah yang ada di sana. Eits..jangan lama-lama segera bergegas untuk cari buku yang sesuai dengan mata kuliah yang akan ditempuh semester ini. Nggak perlu nunggu kuliah mulai aktif, lebih cepat lebih baik. Kalo persediaan duit lagi mepet, belinya di loak aja. Meskipun bekas, yang penting isinya bisa dipahami dengan baik. Tapi kalo ada duit, bisa langsung ke toko buku terdekat aja he…he…kalo cari info di warnet bagaimana? boleh juga kok. Setelah mendapat bukunya atau info dari warnet, segera anda pelajari satu persatu nggak perlu sampe tamat semua. Yang penting anda tahu poin-poin penting yang anda baca. Sehingga anda selangkah lebih maju dari temen yang lain.

4.Komunikatif

Sadari bahwa anda kuliah di kampus ini tidak sendiri. Banyak teman sesama mahasiswa (adek/kakak/teman se angkatan) maupun dosen yang siap membantu anda menuju kesuksesan. Manfaatkan waktu luang, untuk bertanya tentang mata kuliah yang belum anda mengerti atau tugas yang diberikan. Jika kurang maksimal, anda bisa bikin janji dengan dosen untuk bertanya lebih jauh tentang apa yang ada belum pahami. Insyaallah dosen sangat senang dan bersemangat untuk membantu anda. Karena memang begitu tugasnya dosen he..he…atau anda bisa langsung ke perpustakaan. Di sana sangat banyak literatur yang dapat anda pelajari untuk membuka cakrawala wacana yang lebih luas.

5.Aktif

Yang di maksud aktif di sini adalah aktif di organisasi yang ada di kampus atau yang lebih dikenal dengan Organisasi Mahasiswa Intra Kampus (OMIK) contoh: HMJ, BEM, LSO (Lembaga Semi Otonom), DMF dan MPM atau UKM (Unit Kegiatan Mahasiswa) selain sebagai wadah penyaluran minat dan bakat anda akan mendapat pengalaman tentang manajemen dan kepemimpinan dalam organisasi atau yang ada di setiap fakultas. Banyak hal yang akan kita dapatkan dengan aktif diberbagai kegiatan organisasi yang ada di kampus. Pengalaman bekerjasama dan bersosialisasi dengan orang lain dan ilmu lain yag tidak kita dapatkan di bangku kuliah. Selain mendapat bekal intelektual di bangku kuliah kita juga mempunyai kesempatan untuk aktualisasi diri dan menyalurkan minat dan bakat di organisasi. Sehingga ada memiliki bekal yang komplit untuk terjun di masyarakan sebagi “Agen of Change”.

6.Mulailah Menulis


Biasakan sejak dini untuk memperbanyak membaca dan menulis. Hal ini penting untuk mengasah imajenasi dan kreatifitas dalam menulis. Kok membaca dan menulis? Iya dunks, kalo nggak banyak baca apaan coba yang mau di tulis? betul nggak? Nggak usah terlalu muluk-muluk dulu. Tulislah dari hal yang sederhana, mungkin kegiatan sehari-hari, pengalaman lucu dan sedih, cerpen, opini singkat mengenai suatu peristiwa, rangkuman dari mata kuliah yang sedang ditempuh atau buat anda yang jago komputer, bikin aja tutorial sederhana tentang penggunaan software atau segala hal yang berkenaan dengan komputer. Pokoknya tulis aja yang pengen anda tulis. Puisi juga boleh. Kali aja ntar jadi pujangga cie…Trus nulisnya di mana? Mungkin kalo di komputer anda bisa bikin folder pribadi khusus buat karya yang telah anda buat. Kalo fasilitas on line anda bisa bikin blog dengan memilih blogspot.com ato wordpress.com untuk memuat tulisan anda di sana.

7.Tips IPK tinggi

a.Biasanya dalam sajian mata kuliah ada beberapa mata kuliah yang tidak disukai oleh sebagian besar mahasiswa. Kalau perlu anda survey terlebih dahulu ke kakak angkatan atau temen-temen yang lain. Nah ini kesempatan anda untuk memanfaatkan peluang. Maksimalkan diri anda untuk menekuni mata kuliah ini. Di saat temen-temen pada boring dengan mata kuliah ini anda justru harus semangat sehinga anda mendapat hasil dan nilai yang maksimal dan lebih tinggi dari yang lain.

b.Jangan lupakan mata kuliah yang pada umumnya disenangi oleh temen-temen anda. Anda harus bersaing dengan temen-temen yang juga serius menekuninya. Karena mata kuliah ini secara umum disenangi oleh temen-temen anda.

c.Berusah untuk maksimal dalam mengerjakan tugas. Jangan hanya asal-asalan. Bukan jamannya “copy paste” anda dikaruniai otak dan potensi untuk berpikir mandiri jadi anda harus yakin bahwa anda bisa melakukannya sendiri. Cari referensi yang lebih lengkap dan akurat. Kalau perlu konsultasikan tugas anda terlebih dahalu kepada dosen. Jangan puas dengan text book yang ada, akan tetapi cari buku-buku lain yang dapat menunjang kelengkapan dan validitas tugas anda. Sehingga tugas anda benar-benar berbeda dengan yang lain. Selain lebih lengkap, akurat dan kreatif.

8.Bersyukur

Nah semua langkah sudah di lakukan sekarang tugas anda adalah bersyukur dan tawakkal dengan hasil apapun yang anda peroleh dari usaha keras anda. Baik buruknya nilai yang anda peroleh itu relatif dan tidak perlu anda risaukan. Yang penting anda sudah mengerahkan segala usaha dan potensi anda dengan baik. Proses yang baik itu lebih baik dari hasil yang baik. Karena untuk menjalani proses yang baik itu sulit dan perlu pengorbanan. Sedangkan hasil yang baik belum tentu diperoleh dari proses yang baik. Yang penting jangan pernah puas dengan nilai yang telah anda peroleh. Terus berusaha untuk meningkatkan lebih baik lagi. Dan ingat!!! Jangan pernah putus asa, jangan sombong dan tetap rendah hati.

Monday, August 22, 2011

Mahasiswa Harus Berkarakter


Mahasiswa Harus Berkarakter!




Dewasa ini pendidikan berkarakter memang menjadi isu utama dalam dunia pendidikan, tak terkecuali di lingkup perguruan tinggi. Selain menjadi bagian dari proses pembentukan akhlak mahasiswa sebagai anak bangsa, pendidikan berkarakter diharapkan mampu menjadi kesuksesan peradaban bangsa. 

Karakter terbentuk saat seseorang lahir. Lingkungan di mana ia tumbuh mempengaruhi baik buruknya karakter. Karakter mahasiswa kembali mulai terbentuk setelah mereka melakukan interaksi di lingkungan kampus. Tolok ukur pembentukan karakter seorang mahasiswa dapat dilihat dari proses mulai dari saat berpredikat mahasiswa baru hingga mantan mahasiswa.
Mengutip pernyataan Menteri Pendidikan Nasional, Mohammad Nuh, saat melantik Rektor Universitas Hasanuddin Makassar pada 7 April 2010 lalu, pendidikan di Indonesia saat ini belum mampu menciptakan masyarakat yang berkarakter. “Pendidikan memang berhasil mencetak mahasiswa sebagai upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, tapi pendidikan saat ini tidak berhasil menciptakan masyarakat yang memiliki karakter,” jelasnya sebagaimana dikutip dari Bataviace.co.id.
Pendidikan berkarakter harus dimulai dan dibangun di lingkungan keluarga, dikembangkan di dunia pendidikan, serta pada akhirnya diterapkan secara nyata di dalam kehidupan bermasyarakat. Salah seorang mahasiswa Jurusan Sastra Inggris Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo), Anggarius Victorius Dawa mengatakan pendidikan berkarakter sangat bermanfaat untuk saling menghargai sesama di lingkungan kampus.
”Dengan pembentukan karakter yang baik maka akan membuka jalan buat mahasiswa ketika terjun ke dunia kerja. Karena dunia global saat ini menuntut tenaga kerja profesional dan punya karakter khusus,” paparnya. Kendati demikian, menurutnya karakter yang seharusnya dimiliki mahasiswa belum terlihat. Sebagai seorang mahasiswa karakter khusus seperti kreatif, responsif, dan bertanggung jawab wajib dimiliki.
Menanggapi persoalan ini, Kepala Program Studi Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ekonomi (FISE) Universitas Respati Yogyakarta (Unriyo), Galuh Dian Prama Dewi, S.IP, MA mengatakan lingkungan kampus sangat berpengaruh terhadap pembentukan karakter mahasiswa. Sebab, kampus ibarat rumah kedua bagi seorang mahasiswa.
“Tuntutan kemandirian membuat mahasiswa tidak memiliki kontrol dari pihak luar. Untuk menciptakan kontrol diri terhadap pengaruh karakter negatif yang memungkinkan mempengaruhi karakter dasar mahasiswa, maka diperlukan pendidikan tentang pembentukan karakter di kampus,” tegasnya.
Teori
Lebih lanjut diungkapkan, upaya pembentukan karakter tidak cukup hanya dipelajari secara teori saja. Aplikasi dari teori itu sendiri merupakan sesuatu yang sangat penting. Dicontohkannya, pendidikan seperti body language, performance, public speaking dan etika sosial dalam rangkaian Character Building Class (CBC) sebagaimana rutin digelar bagi mahasiswa baru Program Studi Hubungan Internasional FISE Unriyo terbukti sangat bermanfaat.
Kegiatan BCB ini diutarakan sangat membantu mahasiswa mengenal pribadi dan karakter orang lain. “Kekurangan dan kelebihan masing-masing. Apa yang seharusnya dan tidak seharusnya dilakukan mahasiswa sebagai makhluk sosial yang memiliki intensitas interaksi dengan publik, dan lain lain terungkap dalam kegiatan ini,” jelas dia.
Selanjutnya, aplikasi CBC diterapkan para mahasiswa selama mereka berada di kampus dan mengikuti perkuliahan. Melalui program seperti CBC para mahasiswa diharapkan memiliki sikap kontrol dan pengendalian diri terhadap diri mereka dalam upaya pembentukan karakter pribadi yang baik sebagai bakal di kemudian hari. Galuh mengatakan terbentuknya karakter yang baik sangat bermanfaat sebagai pencitraan mahasiswa yang bersangkutan.
Pendapat sedikit berbeda dikemukakan Sekretaris Program Studi Ilmu Komunikasi FISE Unriyo, Ririn Risnawati, S.Sos, M.Si. Menurutnya karakter seseorang dibentuk menurut bakat diri serta proses belajar di lingkungan sekitarnya. Sementara keberadaan kampus dikatakan juga memiliki peran, yakni melalui beberapa mata kuliah yang diajarkan seperti kewarganegaraan, ilmu agama, serta ilmu sosial dan budaya.
Masih menurutnya, sebagai mahasiswa seorang individu sudah selayaknya membawa karakter mereka sendiri. Seorang mahasiswa selayaknya memiliki karakter seperti tak mudah menyerah, menghargai orang lain, jujur, sopan, berempati, peka terhadap lingkungan dan memiliki jiwa kepemimpinan yang tangguh serta bersahaja.”Bukalah mata, hati dan telinga untuk kebaikan. Dan peka terhadap lingkungan sekitar dengan saling berbagi, saling menghargai dan saling menghormati,“ ujar dia.
Dengan bekal pendidikan berkarakter selanjutnya diharapkan mampu menciptakan tenaga kerja yang berkepribadian dan mempunyai daya saing unggul di dunia kerja. Dari sisi kebanggaan bangsa, terbentuknya masyarakat yang berkarakter digarapkan mampu mendorong kesejajaran dengan bangsa-bangsa berkembang serta maju lainnya

Saturday, August 20, 2011

MATA KULIAH

FAKULTAS   ILMU   ADMINISTRASI    NEGARA


NO MATA  KULIAH KODE SKS SMT
1 Pendidikan Agama MKDU 1 2 1
2 Pancasila MKDU 2 2 1
3 Bahasa Indonesia MKDU 6 2 1
4 Bahasa Inggris I MKDU 7 2 1
5 Pengantar Sosiologi MKDK 1 2 1
6 Pengantar Ilmu Ekonomi MKDK 7 3 1
7 Pengantar Ilmu Hukum MKDK 9 3 1
8 Pengantar Ilmu Komunikasi MKDK 14 3 1
9 Pend. Kewarganegaraan  MKDU 3 2 2
10 Ilmu Budaya Dasar MKDU 4 2 2
11 Ilmu Alamiah Dasar MKDU 5 2 2
12 Sistem Sosial Budaya Indonesia MKDK 2 3 2
13 Pengantar Ilmu Politik MKDK 3 2 2
14 Azas-Azas Manajemen MKDK 6 3 2
15 Pengantar Antropologi MKDK 8 3 2
16 Pengantar Statistik Sosial MKDK 10 3 2
17 Administrasi Pembangunan MKK 5 2 2
18 Sistem Politik Indonesia MKDK 4 3 3
19 Sistem Ekonomi Indonesia MKDK 11 3 3
20 Peng. Ilmu Administrasi Negara MKK 1 3 3
21 Organisasi dan Manajemen MKK 3 3 3
22 Pengantar Psikologi Sosial MKPS 1 3 3
23 Administrasi Perkantoran MKPS 4 3 3
24 Bahasa Inggris II MKDU 8 3 4
25 Metode Penelitian Sosial MKDK 5 3 4
26 Sistem Hukum Indonesia MKDK 12 3 4
27 Dasar-Dasar Logika MKDK 13 2 4
28 Kepemimpinan MKK 7 3 4
29 Adm. Keuangan Negara MKK 11 3 4
30 Dasar-dasar Adm. Perpajakan MKPS 2 3 4
31 Sistem Adm. Negara Indonesia MKDK 16 3 5
32 Administrasi Pemda. MKK 8 3 5
33 Manajemen Sumber Daya Manusia MKK 13 3 5
34 Pengantar Ilmu Humas MKPS 3 3 5
35 Adm. & Hukum Kepegawaian MKPS 5 3 5
36 Koperasi & UKM MKDK 17 2 6
37 Perencanaan Pembangunan MKK 2 3 6
38 Kebijakan Publik MKK 4 3 6
39 Sistem Informasi Manajemen MKK 12 2 6
40 SPDE / Komputer MKK 17 3 6
41 Hukum dan Adm. Pertanahan MKPS 6 2 6
42 Pembangunan Masyarakat Desa MKPS 7 3 6
43 Hukum Administrasi Negara MKPS 11 3 6
44 Filsafat Administrasi MKDK 15 3 7
45 Perilaku Adm. & Organisasi MKK 6 3 7
46 Perbandingan Adm. Negara MKK 9 2 7
47 Etika Administrasi MKK 10 2 7
48 Pengembangan Organisasi MKK 14 2 7
49 Adm. & Organisasi Internasional MKPS 9 3 7
50 Administrasi Material MKPS 10 2 7
51 Manajemen Strategis MKK 15 3 8
52 Manajemen Proyek MKK 16 3 8
53 Ekologi Administrasi MKPS 8 3 8
54 Hub. Keuangan Pusat & Daerah MKPS 12 3 8
55 S k r i p s i TGA 1 6 8